by

Hal Perlu Dilakukan Sebelum Naskah Diserahkan ke Editor

Ada beberapa langkah yang harus wartawan lakukan sebelum naskah berita itu diserahkan atau dikirim ke editor. Langkah ini untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan naskah dibuang ke tempat sampah, atau “diobrak-abrik” editor.

Berikut tindakan yang disarankan untuk dilakukan wartawan sebelum menyerahkan naskah berita ke editor:

Baca Ulang

Wartawan acapkali tidak membaca ulang naskah beritanya, langsung diserahkan atau dikirim ke editor seusai membuat naskah tersebut. Boleh jadi ini disebabkan wartawan harus memenuhi batas waktu penyerahan naskah atau dikenal istilah deadline. Padahal, dengan membaca ulang, wartawan bisa mengetahui atau setidaknya mendeteksi kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika membuat naskah tersebut.

Periksa Lead / intro

Baca lagi lead berita. Apakah dalam lead itu memuat sesuatu yang paling penting dan harus segera diketahui pembaca. Kesalahan yang banyak terjadi adalah fakta penting justru ditempatkan di neck atau body berita. Akibatnya, berita itu dianggap kurang penting.

Cek Fakta-Fakta

Cermati data yang termaktub dalam naskah seperti nama, jabatan, waktu, lokasi dan deretan angka yang menyertai berita itu. Kesalahan nama, jabatan atau pangkat sumber berita menjadi persoalan tersendiri, dan tidak cukup hanya dengan minta maaf secara lisan. Redaksi terpaksa mencetak permohonan maaf itu di halaman yang sama.

Tetapi yang paling mengkhawatirkan adalah kesalahan fakta yang fatal. Seorang teman wartawan memberitakan seorang pejabat meninggal dunia karena kecelakaan. Padahal pejabat itu masih hidup. Dia menelpon redaksi untuk memprotes berita itu, meski dia mengaku mengalami kecelakaan di Bandung.

Periksa Bahasa

Sekali lagi, periksa penggunaan bahasa dalam berita seperti penggunaan huruf besar, singkatan atau akronim. Penting diingat dan dicermati adalah pemilihan diksi atau pilihan kata yang tepat dalam mengungkapkan gagasan itu. Jika tidak tepat, kata itu menimbulkan kerancuan yang pada akhirnya pembaca tidak memahami apa yang hendak diberitakan.

Baca Senapasan

Apa yang dimaksudkan baca senapasan? Teknik ini sebenarnya dikenakan untuk jurnalistik radio, yaitu kalimat yang baik adalah ketika dibaca, tidak membuat pembaca kehabisan napas. Ini terjadi karena kalimatnya merupakan kalimat yang pendek. Bayangkan, apa yang terjadi jika satu paragraf berita itu terdiri hanya satu kalimat! Berapa anak pinak kalimat itu dibuat. Tentu saja, napas pembaca akan kesulitan untuk menyelesaikan kalimat tersebut.

Sebaiknya Lebih

Wartawan menulis berita harus sesuai dengan ruang atau space yang disediakan pada halaman. Ketentuan ini biasanya sangat ketat pada media cetak. Ukuran untuk memenuhi ruang berita itu menggunakan centimeter atau inch yang tertera di pinggir kertas folio untuk menulis berita, ketika ruang kerja redaksi masih menggunakan sistem manual seperti mesin tik. Tetapi kemajuan teknologi telah mengubah cara kerja redaksi. Penggunaan perangkat lunak pemroses kata seperti MS Word, Office Org dan lain-lainya menetapkan ukuran dengan banyak huruf atau banyak kata. Contohnya, 300 kata atau 1.500 huruf (karakter).

Bahkan, ada sistem kerja redaksi yang sudah terintegrasi dengan percetakan, yaitu wartawan menulis sudah langsung ke halaman-halaman media cetak yang disediakan. Pemangkasan alur kerja keredaksian yang secara manual memiliki rangkaian panjang dan menggunakan bahan yang mahal, kini dipersingkat menjadi lebih efisien dan menghemat pembiayaan.

Terlepas soal kemajuan teknologi itu, jika Anda masih menggunakan perangkat lunak pemroses kata, disarankan pembuatan berita sedikit lebih panjang dari space yang dibutuhkan. Ini memberikan kesempatan editor untuk memperbaiki kata-kata yang salah atau perbaikan diksi yang berimbas pada panjang atau pendeknya berita itu. Edior biasanya akan kesulitan ketika naskah berita lebih pendek dari ruang yang disediakan. Jika Anda berada di dekat editor ketika pemeriksaan naskah dilakukan, editor bisa langsung memerintahkan Anda untuk memperbaikinya. Jika Anda tidak di sana, umumnya editor membuang ke tempat sampah terhadap berita yang tidak begitu penting.

Nah, setelah langkah-langkah terakhir itu dilakukan, silahkan Anda kirim berita atau tulisan ke editor.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed