by

Kenali Sifat-Sifat Berita

Sebelum melangkah pada rencana dan teknik membuat berita, mari kita cermati “sifat-sifat berita”. Sifat itu merupakan sesuatu yang melekat dan tampak pada berita dan merupakan ciri khas yang mudah dikenali. Begitu banyak sifat berita yang ditulis berbagai ahli, tetapi mari dikemukakan sifat berita yang ditulis Mitchel Stpehens yang menyusun buku A History of News pada tahun 2007. Sifat berita itu adalah;

 

Aktual atau Baru

Aktual atau sesuatu yang baru merupakan ciri khas yang paling menonjol dari berita. Peristiwa pembantaian Hitler terhadap 200.000 orang yang dianggap cacat secara genetis dan gila yang terjadi pada tahun 1940-an, tentu tidak akan menarik dan menempati halaman utama media jika tidak ada peristiwa kekinian yang mengkaitkan hal tersebut. Media tentu akan memuat di halaman utama peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 10 pelajar SMA yang terjadi kemarin.

Kedekatan

Peristiwa kecelakaan yang menewaskan 10 orang di Kota Serang tentu akan dimuat di halaman satu di media cetak yang terbit di kota itu. Tetapi, berita itu mungkin hanya menempati beberapa paragraf atau alinea di media cetak yang terbit di Jakarta, Bandung atau Surabaya. Mengapa begitu? Karena ada unsur kedekatan antara pembaca di Kota serang dengan peristiwa itu. Tetapi bagi pembaca media cetak di Surabaya, unsur kedekatan itu tidak ada. Peristiwa itu terasa jauh di ujung Pulau Jawa sebelah barat.

Penting

Sifat ini memang masih bisa diperdebatkan. Ada peristiwa yang penting bagi sekelompok masyarakat tertentu, tetapi tidak penting bagi kelompok masyarakat lainnya. Meski begitu, entah disadari atau tidak, kata penting itu menjadi sama persepsinya ketika menyangkut kepentingan yang lebih umum atau bersama.

Contohnya, berita soal larangan berdagang di torotoar di pusat pertokoan Royal tentu penting bagi para pelaku bisnis di Royak, Kota Serang, tetapi tidak penting bagi pedagang lain di pusat bisnis lainnya.

Cermati yang ini. Berita soal langkanya beras atau gas elpiji ukuran 3 Kg atau 12 Kg menjadi penting bagi warga Kota Serang. Warga Kota Serang masih butuh makan dan bahan makanannya adalah nasi dari beras. Maka kata penting akan disepakati dan dipersepsikan sama ketika menyagkutan kepentingan warga secara keselruhan, atau mayoritas warga.

Berdampak

Suatu berita akan berdampak atau berpengaruh hal tertentu. Dampak itu bisa berskala kecil hanya pada kelompok tertentu atau berskala massal. Contoh dampak berskala kecil adalah rencana kenaikan harga kapur tulis. Hanya kelompok tertentu yang benar-benar menggunakan kapur tulis yang merasakan dampak berita itu. Contoh berdampak skala massal; rencana pemerintah menaikan harga listrik, bensin, gas dan sejenisnya.

Konflik

Boleh jadi ini berkaitan dengan insting dasar manusia, senang mendengarkan atau membaca berita yang berisikan konflik. Konflik antara partai peserta Pemilu, konflik antara pemerintah dengan DPR dan seterusnya.

Seks

Ini juga berkaitan dengan insting dasar manusia. Orang akan tertarik secara naluriah terhadap berita yang berkaitan dengan hal itu seperti percerian, perselingkuhan dan sebagainya.

Ketegangan

Menggambarkan kondisi atau situasi yang penuh dengan “ketegangan” pada momen tertentu sangat disukai oleh pembaca, pendengar dan penonton. Misalnya, ketegangan pada saat upaya melepaskan para sandera. Contoh lainnya saat-saat pelantikan presiden.

Kemajuan

Berita tentang perkembangan teknologi, inovasi baru atau perubahan atas sebuah proses perubahan dari kondisi lingkungan yang buruk ke lingkungan yang lebih baik.

Emosi

Apa yang Anda pikirkan ketika membaca berita, mendengar atau menonton berita tentang bayi yang dibuang di tempat sampah. Atau bagaimana reaksi Anda terhadap seorang kakek renta yang miskin dibuang ke sebuah pos jaga RW oleh pengelola rumah sakit karena tak mampu membayar biaya pengobatannya. Setelah dibuang, kakek renta itu meninggal. Tentu Anda marah. Itulah salah satu berita yang bersifat mengundang empati atau emosi pembacanya.

Lucu (Humor)

Simak berita ini; Seorang hakim berkali-kali menghentikan sidang pencurian terhadap burung beo yang berharga mahal. Burung beo itu ada dalam sangkar di persidangan sebagai barang bukti. Persidangan itu menjadi kacau ketika setiap orang – jaksa, pengacara, terdakwa atau hakim – menyebut kata bapak, ibu atau saudara, burung beo itu langsung mengucapkan kata-kata makian dan kata-kata cabul. Semula orang di persidangan hanya tertawa atau tersenyum, tetapi semakin lama hakim merasa teranggu dengan aksi burung beo tersebut. Akhirnya persidangan diristirahatkan dan diperintahkan agar burung beo disingkirkan dari ruang sidang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed