by

Persiapan Menulis Berita

Kita sudah berusaha mengumpulkan informasi yang lengkap dan detail sebuah peristiwa. Selanjutnya, kita mempersiapkan untuk menulis laporan untuk dipublikasikan melalui media. Cara penulisan itu sangat tergantung pada jenis media yang akan melansir berita kita, visi dan misi perusahaan media, jumlah dan penyebaran pembaca media tersebut.

Wartawam media cetak dan online menggunakan kata-kata dalam mengemukakan ide-ide dan melukiskan peristiwa itu terjadi. Wartawan cetak dan online ini dibatasi oleh space atau halaman yang tersedia, terutama bagi media cetak soal space halaman ini sangat ketat berlaku. Wartawan online memang dibatasi juga oleh space, tetapi sifatnya lebih longgar. Hal ini disebabkan teknologi website yang semakin maju. Namun dari pertimbangan pembaca, sebuah berita yang terlalu panjang akan meletihkan pembaca yang pada akhirnya akan berpindah ke website berita lainnya.

Sedangkan wartaan radio mengutamakan audio/suara untuk menyampaikan berita. Wartawan jenis ini dibatasi oleh durasi waktu. Penyusunan kata-kata dan kecepataan membaca harus mampu menepati dan tidak melebihi waktu yang disediakan.

Terakhir, wartawan televisi menggunakan audio dan gambar bergerak untuk melansir “berita”. Ada jargon, berita televisi itu tidak lengkap tanpa gambar bergerak atau film, meski masih bisa menggunakan audio atau suara sebagai alat penyampai berita. Wartawan televisi juga dibatasi dengan durasi waktu yang disediakan.

Ketiga jenis media itu tetap masih menggunakan kaidah-kaidah jurnalistik dalam penyusunan, pemilihan dan pengukuran nilai berita. Kaidah itu yang menentukan apakah sebuah berita itu menarik atau tidak yang disesuaikan dengan masing-masing jenis medianya. Dan, dasar-dasar jurnalistik untuk tulis bisa digunakan untuk sebagai dasar pelatihan bagi wartawan radio dan televisi.

Kembali ke persiapan menulis berita, mari kita lihat informasi apa saja yang telah dikumpulkan. Kita menggunakan Contoh 1 untuk hal ini, dan menggunakan kerangka dasar jurnalistik tulis. Contoh 1 menyebutkan informasi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 15 orang. Hasil pengumpulan infomasi yang menggunakan langkah-langkah mewujudkan berita sebagai berikut;

Pengumpulan Fakta:

Kecelakaan lalu lintas itu pada sebuah truk bernomor polisi A 75556 PA. Nama pengemudinya, Madun umur 35 tahun. Kernet atau pembantu sopir bernama Asep umur 30. Sopir dan kernet bertempat tinggal di Menes, Kabupaten Pandeglang. Truk disewa oleh SMKN 2222 Pandeglang untuk mengangkut murid-murid ke tempat Jambore Pramuka di Mengger, Pandeglang.

Hari Minggu, tanggal 2 Maret 2014, pukul 12.00 WIB, truk mengangkut 40 pelajar dari SMKN Pandeglang ke Batubantar. Saat itu hujan deras turun. Di Mengger, jalan menuju lokasi Jambore memang menanjak cukup tajam. Diperkirakan, truk tidak kuat menanjak. Truk merosot karena ban mobil tak bisa menahan beban truk. Kemudian truk terguling dan meluncur deras dari ketinggian jalan tersebut. Truk berguling berkali-kali dan berhenti ketika sampai di jalan yang landai atau di bawah jalan menanjak tersebut. Sebanyak 15 orang meninggal. Sopir dan kernetnya tewas dalam kecelakaan.

Hasil Wawancara:

Babah, Kepala SMKN 2222 Pandeglang; Jambore Pramuka di Mengger itu merupakan kegiatan rutin sekolah yang diadakan setiap 2-3 bulan sekali. Kendaraan truk digunakan oleh rombongan Pramuka karena ongkos sewanya lebih murah hanya Rp300.000. Kendaraan truk juga bisa mengangkut lebih banyak orang.

“Kalau pake angkutan kota atau mobil elf, coba berapa sewanya? Tetapi tolong pak ini benar-benar musibah. Kami sangat bersedih dengan kecelakaan ini,” katanya.

Andi, pelajar SMKN yang selamat. “Enggak ingat persis. Aku dengan teman-teman sedang di atas truk. Lagi hujan gede. Tapli aku gak bisa lihat. Kan Ditutup terpal atasnya. Tahu-tahu truk berguling ,” katanya.

Setelah terkumpul informasi seperti di atas, kita sudah siap menulis berita. Tapi nanti dulu. Kita akan dikenal tiga alat penting untuk memudahkan menulis berita. Ketiganya adalah rumus kuno 5W + 1 H yang sempat diperkenalkan dalam tulisan Menulis Itu Mudah, lead atau intro atau kepala berita straight atau simple news dan piramida terbalik. Tentu saja dalam sesi pelatihan berikutnya memperdalam ketiga alat penting tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed