by

Teknik Menulis Lead: Dialog / Percakapan

Teknik lead dialog atau percakapan sebaiknya digunakan jika wartawan sudah punya kesepakatan dengan editor dan tersedia halaman yang cukup untuk memuat berita tersebut. Jika tidak, bersiap-siaplah berita itu dibuang ke tempat sampah, karena karyanya mirip cerita pendek.

Tujuan utama pengunaan lead percakapan adalah membawa pembaca atau menjadikan pembaca sebagai pihak ketiga dalam peristiwa atau gagasan berita yang disajikan. Pihak ketiga yang mendengarkan percakapan peristiwa tersebut. Dengan cara ini, pembaca akan terlibat dalam berita itu dan menimbulkan emosi atau empati yang luar biasa.

Ciri utama teknik lead percakapan adalah pengunaan tanda kutip (“…”). Tanda kutip itu bisa hanya di lead atau intro berita dan beberapa paragraf kemudian, atau secara keseluruhan berita itu berupa dialog dan setiap paragraf ditandai dengan tanda kutip. Karena itu, lead percakapan atau dialog memang mirip dengan Cerpen atau penulisan skenario drama / teater. Kesan itu begitu kuat, terkadang pembaca meragukan apakah ini cerpen atau sungguhan berita.

Selain itu, lead dialog juga sering bercampur atau tersamar dengan lead kutipan. Yang membedakan adalah lead kutipan itu berbicara langsung dengan pembaca, sedangkan lead dialog pembaca hanya ditempatkan sebagai pendengar atau pihak ketiga yang bersifat pasif.

Meski bentuknya seperti Cerpen, wartawan yang menggunakan lead jenis ini tidak boleh lupa dengan prinsip-prinsi membuat berita, yaitu mengutamakan fakta-fakta penting dengan cara memilih dialog yang sesuai dengan fakta penting tersebut. Jika ini gagal dilakukan, berita yang dihasilkan merupakan berita yang tidak memiliki informasi penting karena menyajikan hal-hal yang remeh.

Perhatikan contoh di bawah ini:

Contoh 1:

Serang – “Apakah Saudara mencuri Kerbau milik Saman?” tanya Murjono, hakim dalam persidangan kasus pencurian kerbau di Desa Kebong di Pengadilan Negeri Lebak, Senin (25/3-2014) dengan terdakwa Kasman, warga Baduy Luar, Kabupaten Lebak.

“Tidak Pak Hakim. Saya cuman membawa tambang (tali besar). Ketika saya bawa di ujung tambang terikat pada Kerbau milik Saman. Jadi kerbaunya terbawa ke rumah, Pak Hakim,” kata Kasman, terdakwa dalam persidangan itu.

“Kamu ini pintar berkelit ya,” kata hakim sambil tersenyum. Hadirin di ruang sidang itu tertawa, namun segera dihentikan oleh hakim.

Contoh 2:

Serang – “Saya yakin Pak Hakim. Ketiga pejabat itu memberikan uang kepada saya untuk disampaikan kepada Komisi VII DPR RI,” kata Deviardi, pelatih golf Rudi Rumbiandini, mantan Kepala SKK Migas yang menjadi terdakwa suap Migas.

“Coba saudara rinci lagi darimana saja sumbernya,” kata Riyono, jaksa penuntut umum dalam sidang Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (25/3-2014).

“Uang 600.000 dolar Singapura berasal dari Pak Johanes Wijanarko (Wakil Kepala SKK Migas yang sekarang menjadi Kepala SKK Migas), uang 200.000 dolar AS dari Pak Gerhard (Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas) dan uang 50.000 dolar AS dari Pak Iwan (Kadiv Operasi SKK Migas). Semuanya atas perintah Pak Rudi untuk menyerahkan uang ke saya. Uang itu disalurkan ke Komisi VII DPR RI melalui stafnya pak Sutan Batoegana,” kata Deviardi.

Namun ketiga pejabat yang disebut Deviardi itu membantah telah menyerahkan uang kepada Deviardi, meskipun Rudi Rubiandini, terdakwa kasus itu membenarkan pernyataan Deviardi. “Tidak benar Pak Hakim, saya tidak pernah menyerahkan uang kepada pelatih golf itu,” kalimat ini diucapkan secara bergiliran ketiga saksi dalam kasus tersebut.

“Ah, jangan berbohong bapak-bapak. Saya sudah memerintahkan kepada bapak-bapak dan Deviardi sudah melakukan tugasnya untuk menyampaikan uang itu ke Komisi VIII. Memang Deviardi punya duit darimana kalau bukan dari bapak-bapak,” kata Rudi yang menyela percakapan itu. Hakim mengingatkan Rudi agar tidak bicara jika tidak diminta atau Rudi harus minta izin kepada hakim untuk berbicara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed