by

Teknik Menulis Lead: Literer

Teknik lead literer lebih sering rancu dengan teknik lead epigram atau perumpamaan. Padahal jika ditelisik, lead literer dengan lead epigram sangat jauh berbeda, meski keduanya bisa efektif menggiring pembaca pada sebuah gambaran peristiwa, jika penggunaannya tepat.

Perbedaan antara kedua lead itu adalah lead epigram mengutip perumpamaan atau syair yang biasanya dikeluarkan orang-orang bijak. Sedangkan lead literer lebih pada nukilan buku atau kisah-kisah tertentu yang dinilai memiliki kearifan untuk menggambarkan peristiwa. Jika wartawan tidak cermat soal ini, maka dia akan membuat lead epigram ketika bermaksud membuat lead leterer.

Tujuan penggunaan literer adalah menarik pembaca dan memberikan gambaran apa yang mau disajikan dalam berita itu. Biasanya, lead ini mengandung sindiran yang tajam atas sebuah kondisi atau gagasan dalam berbagai bidang kehidupan. Lead ini juga lebih sering menggunakan tokoh tertentu dalam legenda untuk melakukan sindiran tersebut.

Tentu saja, wartawan membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk menggunakan lead literer. Setidaknya, dia mengetahui tokoh-tokoh yang akan dijadikan sebagai penggambaran atas peristiwa yang akan diceritakan. Jika tidak, antara lead literer dengan apa yang mau disajikan tidak memiliki relevansinya alias tidak nyambung. Selain itu, wartawan harus bisa memastikan bahwa tokoh dalam legenda yang dijadikan gambaran peristiwa itu sudah sangat dikenal oleh pembaca, sehingga tidak perlu menjelaskan lebih rinci pada pembaca.

Perhatikan contoh di bawah ini:

Contoh 1:

Serang – Kisah Putri Cinderela benar-benar terjadi di Kerajaan Britania Raya (Inggris). Lady Diana Spancer dinikahi Pangeran Charles, pewaris tahta kerajaan yang mencakup 15 negara persemakmuran di Gereja Kerajaan Inggris, kemarin. Lady dari keluarga sederhana yang sehari-hari berkerja sebagai guru Taman Kanak-Kanak di Wales menjadi permaisuri calon pewaris tahta.

Contoh 2:

Serang – Akankah fenomena petruk jadi ratu terjadi pada diri Joko Widodo atau Jokowi, Gubernur DKI Jakarta yang dicalonkan jadi Presiden RI dari PDIP? Jokowi yang sederhana, beribicara apa adanya dan tidak membalas berlebihan hujatan terhadapnya seolah menegaskan dirinya sebagai rakyat biasa yang akan memimpin negeri ini.

Contoh 3:

Serang – Graham Bell, penemu telepon mungkin akan terkejut seandainya menyaksikan kemajuan teknologi telepon saat ini. Teknologi telepon yang ditemukannya kini telah meloncat drastis dari telepon rumah (fixed) yang menggunakan kabel hingga ke smartphone atau telepon pintar tanpa kabel.

Contoh 4:

Serang – Robin Hood dari Banten, julukan yang pantas disematkan pada Kobramun yang menjadi terdakwa dugaan korupsi Rp95 miliar dari sejumlah proyek di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Dalam sidang Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (25/3-2014), Kobramun mengatakan, hasil korupsi itu dibagikan kepada rakyat miskin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed