by

Teknik Menulis Lead: Stakato / Loncat-loncat

Teknik lead stakato merupakan lead yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup besar. Karena, wartawan yang menerapkan lead ini memerlukan kepiawaian memilih kata yang maknanya tidak saling berkaitan, tetapi dirangkai menjadi suatu gambaran tentang objek berita.

Kata stakato berasal dari staccato. Dalam musik, staccato merupakan tanda titik-titik di bawah not. Ini berarti not yang dimaksudkan harus dibaca atau dimainkan dengan ditekan secara terputus-putus. Jika dilihat, jari seperti mengetuk atau meloncat-loncat pada not yang sama. Itulah sebabnya lead stakato dimaknai sebagai loncat-loncat. Kata staccato diindonesiakan menjadi stakato.

Dalam konteks berita, lead stakato berarti meloncat dari satu kata ke kata yang lain, meskipun terkesan makna kata tidak saling berkaitan. Tetapi jika dibaca secara keseluruhan, lead tersebut merupakan satu kesatuan utuh untuk menggambarkan objek berita.

Ada sejumlah alasan mengapa wartawan menerapkan lead stakato. Alasan utama adalah wartawan ingin menggambarkan sekaligus dalam sebuah lead mengenai suatu keadaan yang sangat luar biasa atau kejadian yang atraktif.

Penulis mengenal lead stakato dari Parakitri Tahi Simbolon, wartawan senior Kompas yang pernah mengelola Litbang dan Dilkat perusahaan media itu. Hasil liputan wartawan yang menjadi perserta latihan itu dijadikan berita dengan lead stakato. Waktu itu, peserta meliput maraknya tarian breakdance di Jakarta yang menimbulkan korban berupa patah tulang leher dan punggung.

Tentu saja, naskah berita yang dibuat peserta Diklat membuat gaduh jajaran redaksi. Mentor Diklat itu memaksakan agar naskah berita dimuat, sementara para editor atau penjaga keredaksian menolak karena keluar dari pakem yang diterapkan saat itu. Melang lead stakato merupkan lead yagn tidak biasa, sehingga diawal membacanya aga kesulitan untuk memahami langsung berita apa yang hendak disampaikan.

Perhatikan contoh lead stakato di bawah ini:

Contoh 1:

Serang – Suara sepeda motor trail menderum keras. Penonton berteriak ngeri. Suara benda keras menghantam. Darah pun bersimbah. Petugas medis berlari menyongsong. Itulah saat jatunya Ronald yang mengendarai sepeda motor trail yang melintas di atas di atas seutas tali baja yang terbentang antara gedung betingkat di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (20/3-2014). Ronald tewas di tempat kejadian.

Contoh 2:

Serang – Bumi bergetar. Suara menggelegar. Langit gelap mendadak terang bak jutaan kembang api menyala bersamaan. Warga berhamburan ketakutan. Semua itu berasal dari meledaknya gudang persenjataan milik Angkatan Darat Negera Siboru di Taktakan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (20/3-2014).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed